ACTIVITIES |   PHOTOS   |   NEWS   |   VIDEOS | AWARDS | CONTACT US
 

OUR MISSION is to echoed and promote women's rights issues and empower all women in the world. The more we talk and discuss this issues, the more solutions we could find. We could use any type of form to promote this issue whether through film, writings, and etc.   MISI KAMI adalah untuk menggemakan dan mempromosikan dan memberdayakan hak-hak wanita. Semakin kita membicarakan dan mendiskusikan isu-isu ini, semakin banyak solusi yang dapat kita temukan. Kita dapat menggunakan banyak cara untuk mempromosikan isu ini antara lewat film, tulisan, dan lain-lain.

OUR VISION gender equality will be achieve when all women and men work together. VISI KAMI kesetaraan gender akan tercapai bila perempuan dan laki-laki bekerja sama untuk mencapainya.

What is it? A movement dedicated to all the women in the world. The movement is built especially to empower the young girls to feel good about themselves, feel empowered and to fulfill their potential. Apa ini? Sebuah gerakan yang dedikasikan untuk seluruh wanita di dunia. Gerakan ini terutama ditujukan untuk memberdayakan perempuan-perempuan muda untuk merasa nyaman dengan diri mereka, terbedayakan dan untuk memenuhi potensi individu mereka masing-masing.

SEXUAL HARASSMENT IS A CRIME (PELECEHAN SEKSUAL ADALAH TINDAK KRIMINAL)

 

PERIOD. END OF STIGMA. (Menstruasi)

CHILD MARRIAGE (Pernikahan Anak)

 

GIRLS ENCOURAGE GIRLS (PEREMPUAN DUKUNG PEREMPUAN)

 

FOUNDER

NATASHA DEMATRA is the world record holder for youngest female director in the world. She has received more than 200 awards from acting, directing, producing, singing, editing and for her activism. "The discrimination and stigma that I find in this modern era is what motivates me to make this movement.The young generations, no matter what gender they are, need to understand this issue in order to achieve it."

NATASHA DEMATRA adalah spemegang rekor sutradara perempuan termuda di dunia. Ia telah menerima lebih dari 200 penghargaan dalam bidang akting, penyutradaraan, produser, menyanyi, editing dan aktivisme."Diskriminasi dan stigma yanng saya temukan dalam era modern ini adalah hal yang memotivasi saya untuk membuat gerakan ini. Para generasi muda, tidak peduli apa gender mereka, perlu mengerti isu ini untuk dapat tercapai."

"Gender equality is really important. In Russia, women is seen as a strong being, but when a woman become sucess there are men who is not ready to see the sucess. This is where we have to change and see from different perspectives and countries to achieve sucess."

 -Lyudmila Vorobieva, Ambassador of Russia in Indonesia.

"Kesetaraan gender sangatlah penting. Di Rusia, perempuan dilihat sebagai mahluk yang kuat namun, saat wanita menjadi sukses ada beberapa pria yang tidak siap melihat kesuksesan ini. Disinilah dimana kita harus mengubah dan melihat dari pandangan dan negara yang berbeda untuk dapat sukses dalam isu ini.

 -Lyudmila Vorobieva, Duta Besar Rusia untuk Indonesia.

Cheryl Halpern, a director, and philanthropist from the United States, who also receive the Woman of Inspiration 2019 from a women international film festival, during the launch, said, “Women’s equality cannot be taken for granted. Whatever work a woman chooses, she has the capacity to achieve it, and that is a significant step forward.”

Cheryl Halpern, sutradara, dan filantropis asal Amerika yang juga meraih penghargaan Woman of Inspiration 2019 dari festival film eprempuan, saat peluncuran gerakan ini mengungkapkan, "Kesetaraan wanita tidak boleh diterima secara semena-mena, Apa pun pekerjaan yang dipilih seorang wanita, ia memiliki kapasitas untuk mencapainya, dan itu merupakan langkah maju yang signifikan.

"Emansipasi wanita adalah saat wanita dapat menggapai keinginannya sesuai dengan kemampuan, keadaanya dimana ia setara dengan laki-laki. Perempuan juga tidak perlu merasa bahwa diri mereka rendah dan kurang mampu. Kurangnya percaya diri adalah salah satu aspek yang banyak dirasakan oleh perempuan,

 -Lily Wahid, aktivis pemberdayaan wanita dan adik dari presiden ke-4 RI GusDur

"Emancipation of women is when a woman can reach her desires according to her abilities, where she is equal to men. Women also do not need to feel that they are low and inadequate. Lack of self-confidence is one aspect that many women feel,".

-Lily Wahid, women's rights activist and sister of the 4th president of Indonesia GusDur