END CHILD MARRIAGE NOW

HENTIKAN PERNIKAHAN ANAK SEKARANG

Any formal marriage or informal union where one or both of the parties are under the age 18 years old is considered a Child Marriage

Each year, 12 million girls are married before the age of 18. That is 23 girls every minute.
Nearly 1 every 2 seconds.

Reasons why Child Marriage happened:

-Forced by their parents as they believe by their children married it would minimize their burden.

-Fear of adultery and bad thoughts from people around.

-Ideas that the younger a girl marry show how "worthy" they are.

In some countries and small villages child marriage still happened. By letting child marriage happened, we have endangered a child's potential. Child marriage threatens one's life, health, and future of girls. Girls who marry when they are young usually get pregnant when they are underage, increasing the risk of complications during pregnancy and childbirth. This complication leads to death during childbirth. They also will likely be contracted sexually transmitted diseases, HIV / AIDS and experience domestic violence. When a girl is married, usually they will leave school to do household chores. With little access to education and economic opportunities, it is likely that their families will live in poverty. They are also not mentally and physically ready to become a wife and mother.

What can we do?

Giving an early education about how fatal it is to do child marriage and they can say no to whoever ask them to do it.You can ask for help. If there are people who force you to do child marriage or if you see someone who is force.

Moreover, most importantly, for those who have married at a young age shall be given moral support. Girls should be given an education of early pregnancy and the appropriate access when they are pregnant, childbirth, and post birth. They should have support, and if possible, access to education.

 

Pernikahan formal atau informal dimana kedua atau salah satu pihak di bawah umur 18 tahun masuk kedalam kategori pernikahan anak.

Tiap tahun, 12 juta perempuan menikah sebelum berumur 18 tahun. Itu adalah 23 perempuan tiap menitnya dan hampir 1 perempuan tidap 2 detik.

Alasan kenapa pernikahan anak terjadi:

-Paksaan orang tua yang merasa bahwa dengan menikahkan anak dapat menghilangkan beban mereka.

-Takut akan adanya zina dan pikiran buruk dari orang sekitar.

-Pemikiran bahwa semakin muda seorang gadis dinikahkan menunjukkan mereka "laku"

Indonesia menduduki tingkat ke tujuh di dunia dengan banyaknya pernikahan anak. Di daerah-daerah kecil hal ini masih kerap terjadi. Dengan membiarkan pernikahan anak terjadi kita telah membahayakan potensi diri seorang anak. Pernikahan anak mengancam kehidupan, kesehatan dan masa depan dari anak perempuan. Anak perempuan yang menikah saat masih kecil biasanya hamil saat mereka dibawah umur, meningkatkan resiko komplikasi saat hamil dan melahirkan. Komplikasi ini menjadi alasan banyak anak perempuan yang meninggal saat melahirkan, tertular penyakit seksual, HIV/AIDS dan mengalami kekerasan domestik. Saat seorang anak perempuan menikah biasanya mereka akan keluar dari sekolah untuk mengerjakan tugas rumah tangga. Dengan sedikitnya akses kepada pendidikan dan kesempatan ekonomi, kemungkinan besar keluarga mereka akan hidup dalam kemiskinan. Mereka juga belum siap secara mental dan fisik untuk menjadi seorang istri dan ibu.

Apa yang dapat kita lakukan?

Memberikan pendidikan dini kepada generasi muda bahwa pernikahan anak dapat berakibat fatal dan mereka dapat mengatakan tidak kepada siapapun yang meminta mereka melakukan itu. Kamu dapat meminta pertolongan. Bila ada yang memaksakan pernikahan anak kepadamu atau orang di sekitarmu.

Dan yang paling penting, bagi mereka yang telah menjalani pernikahan anak harus diberikan dukungan moral. Mereka harus diberikan edukasi akan hamil di usia dini dan diberikan akses yang pantas selama kehamilan, melahirkan dan setelah melahirkan. Mereka harus diberikan dukungan. Dan bila memungkinkan, memberikan mereka akses edukasi yang pantas.

 

Ingin berbagi pengalaman? Kamu bisa mengirimkannya ke email kami

Want to share your story? You could send it to our email empowermentinternationalwomen@gmail.com